Berbuat Baiklah Tanpa Henti
Setiap kebaikan yang kita lakukan adalah investasi bagi hidup kita.
Ketika tulus dalam melakukan kebaikan, kita
dapat mengalami kepuasan
batin dan merasakan kebahagiaan. Pada akhirnya ada penghargaan diri dan
motivasi yang terus tumbuh untuk berbuat baik.
Maka, kebaikan yang tulus bisa membuat kita terhindar dari pikiran negatif yang
bisa berdampak membahayakan diri karena bisa membuat kita terjebak
dalam pikiran dan perilaku yang negatif. Ada
sebuah pepatah mengatakan, “jika kita berbuat baik sesungguhnya kita
telah berbuat baik bagi diri kita sendiri, dan jika kita berbuat kejahatan
sesungguhnya kejahatan itu adalah bagi diri kita sendiri.” Demikianlah sebuah
pepatah mengatakan tentang berbuat kebaikan dan kejahatan. Apapun yang anda rasakan
dan alami saat ini, tetaplah bersyukur dan nikmatilah kehidupan yang Tuhan
telah berikan kepada anda. Karena hidup adalah menanam dan menuai, yaitu apa yang ditanam, itulah yang akan dituai atau didapatkan. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang
selalu menebarkan kebaikan sehingga anda akan menuai kebaikan pula. Begitupun
sebaliknya, apabila anda menabur kejahatan maka yang anda tuai adalah kejahatan
pula. Tidak dipungkiri, perjalanan hidup tak selalu indah seperti yang Anda
inginkan. Ada saat di mana anda dihampiri kesulitan, terjatuh, dan lelah
untuk menjalani hidup ini.
Gede Prama, Seorang tokoh yang merupakan pengusaha, penulis, pembicara,
dan motivator asal Indonesia, pernah mengatakan bahwa “Kebaikan adalah
nyanyian indah yang bisa didengar oleh orang tuli, sekaligus bunga indah yang
dapat dilihat oleh orang buta”. Kata-kata bijak yang diutarakan oleh Gede
Prama ini memberikan kita sebuah pengertian mengenai arti kebaikan yang
dimaksudkan di sini, yaitu, bahwa yang
dilihat dengan orang buta adalah kebaikan orang tuli dengan pendengarannya, sedangkan yang bisa dilihat oleh orang tuli adalah kebaikan orang buta dengan matanya. Demikian juga dalam kehidupan ini. Ketika
kita melakukan perbuatan baik terkadang hal-hal buruk yang tidak kita inginkan datang mengikutinya, entah itu berupa salah pengertian, dicibir, difitnah, bahkan ditipu. Kalau memang demikian,
lantas haruskah kita berhenti untuk berbuat baik ketika
orang lain tidak membalas kebaikan kita? Haruskah kita berhenti berbuat baik
ketika
balasan dari kebaikan kita justru menyakitkan atau merugikan kita?. Jawaban yang tepat dan
harus untuk kita katakan adalah TIDAK. Tidak ada alasan untuk tidak berbuat
baik. Segera putuskanlah untuk melakukan kalau memang anda diberikan Tuhan
kesempatan untuk berbuat baik tanpa harus menundanya, karena tidak selalu
kesempatan itu datang berkali-kali dalam hidup kita. Lakukanlah dengan penuh
ketulusan dan kasih tanpa mengharapkan imbalan yang sesuai dengan kebaikan yang
telah kita lakukan.
“Tetaplah semangat untuk menebar
kebaikan kepada setiap orang sampai kebaikanmu dapat menyentuh Hati-Nya Tuhan”.
(TSH)
Klik link di bawah ini sebagai penyemangat untuk berbuat baik bagi anda yang sudah membaca tulisan saya. 😊😊😊
Tri Setyo. H
Author & Editor
Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.
April 01, 2022
0 komentar:
Posting Komentar