Jumat, 01 April 2022

Berbuat Baiklah Tanpa Henti

       

          Setiap kebaikan yang kita lakukan adalah investasi bagi hidup kita. Ketika tulus dalam melakukan kebaikan, kita dapat mengalami kepuasan batin dan merasakan kebahagiaan. Pada akhirnya ada penghargaan diri dan motivasi yang terus tumbuh untuk berbuat baik. Maka, kebaikan yang tulus bisa membuat kita terhindar dari pikiran negatif yang bisa berdampak membahayakan  diri karena bisa membuat kita  terjebak dalam pikiran dan perilaku yang negatif. Ada sebuah  pepatah mengatakan, “jika kita berbuat baik sesungguhnya kita telah berbuat baik bagi diri kita sendiri, dan jika kita berbuat kejahatan sesungguhnya kejahatan itu adalah bagi diri kita sendiri.” Demikianlah sebuah pepatah mengatakan tentang berbuat kebaikan dan kejahatan. Apapun yang anda rasakan dan alami saat ini, tetaplah bersyukur dan nikmatilah kehidupan yang Tuhan telah berikan kepada anda. Karena hidup adalah menanam dan menuai, yaitu apa yang ditanam, itulah yang akan dituai atau didapatkan. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang selalu menebarkan kebaikan sehingga anda akan menuai kebaikan pula. Begitupun sebaliknya, apabila anda menabur kejahatan maka yang anda tuai adalah kejahatan pula. Tidak dipungkiri, perjalanan hidup tak selalu indah seperti yang Anda inginkan. Ada saat di mana anda dihampiri kesulitan, terjatuh, dan lelah untuk menjalani hidup ini.
       Gede Prama, Seorang tokoh yang merupakan pengusaha, penulis, pembicara, dan motivator asal Indonesia, pernah mengatakan bahwa “Kebaikan adalah nyanyian indah yang bisa didengar oleh orang tuli, sekaligus bunga indah yang dapat dilihat oleh orang buta”. Kata-kata bijak yang diutarakan oleh Gede Prama ini memberikan kita sebuah pengertian mengenai arti kebaikan yang dimaksudkan di sini, yaitu, bahwa yang dilihat dengan orang buta adalah kebaikan orang tuli dengan pendengarannya, sedangkan yang bisa dilihat oleh orang tuli adalah kebaikan orang buta dengan matanya. Demikian juga dalam kehidupan ini.  Ketika kita melakukan perbuatan baik terkadang hal-hal buruk yang tidak kita inginkan datang mengikutinya, entah itu berupa salah pengertian, dicibir, difitnah, bahkan ditipu. Kalau memang demikian, lantas haruskah kita berhenti untuk berbuat baik ketika orang lain tidak membalas kebaikan kita? Haruskah kita berhenti berbuat baik ketika balasan dari kebaikan kita  justru menyakitkan atau merugikan kita?. Jawaban yang tepat dan harus untuk kita katakan adalah TIDAK. Tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik. Segera putuskanlah untuk melakukan kalau memang anda diberikan Tuhan kesempatan untuk berbuat baik tanpa harus menundanya, karena tidak selalu kesempatan itu datang berkali-kali dalam hidup kita. Lakukanlah dengan penuh ketulusan dan kasih tanpa mengharapkan imbalan yang sesuai dengan kebaikan yang telah kita lakukan.
 
        “Tetaplah semangat untuk menebar kebaikan kepada setiap orang sampai kebaikanmu dapat menyentuh Hati-Nya Tuhan”. (TSH)

Klik link di bawah ini sebagai penyemangat untuk berbuat baik bagi anda yang sudah membaca tulisan saya. 😊😊😊




Tri Setyo. H

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar