Disaat kamu sedang rapuh, simpan sejenak hatimu dan biarkanlah waktu menyembuhkanmu. Mendekatlah pada orang-orang yang dapat membuatmu bahagia dan sebelum pandanganmu kamu arahkan ke belakang, pastikanlah terlebih dahulu kamu melihat seseorang yang dengan tulus menunggumu di depan. Mengingat memory di masa lalu tidaklah salah, namun bukan berarti kamu harus mengulangnya. Cobalah untuk memberikan kesempatan pada diri untuk merangkai cerita yang lebih baik. Karena yang berhati tulus pasti akan berusaha untuk menghentikan air matamu yang menetes, bukan sebaliknya gemar membuat air matamu mengalir deras.
Memang adakalanya langkah harus terhenti, mundur, bahkan kalau perlu memutar arah meski sudah terlalu jauh yang telah dilewati. Ada sebuah asa yang harus dimatikan secara paksa, meski itu adalah bagian dari doa-doa yang sudah sejak lama dipinta. Ada perasaan yang harus disudahi meski itu adalah sebuah ketulusan. Memang sebuah luka dapat mengajarkan seseorang untuk berubah, dan kesedihan di dalamnya memaksa seseorang untuk menjadi tetap kuat.
๐ช๐ช๐ช๐





