Sabtu, 02 April 2022

Rintih Mendung

            Saat mendung telah menjadi air hujan yang jatuh ke bumi, seketika itu langit tidak gelap lagi. Udara yang panas pun sekejap menjadi dingin, dinginnya sampai meresap ke tulang. Namun tidak sama dengan langit dalam darah dan daging, mendung berkepanjangan seakan - akan air hujan tertahan dan masih tidak ingin untuk dilepaskan. Bagaimana mungkin untuk melepas, sedangkan ruang untuk menampung air hujan itu masih kuat untuk menahan. Betapa kuatnya menahan sedangkan mata harus melihat pemandangan mendung kelabu yang setia menunggu. Hingga saat gelap mulai jatuh di penghujung malam adalah saat dimana otak dipaksa untuk mengulang memory yang bertentangan dengan hati, terus bergulat tiada henti. seberapa kuatkah bergulat?, mungkin bersamaan dengan kuatnya bertahan dengan air hujan yang masih tidak ingin dilepaskan.......


            


Tri Setyo. H

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar